Tugas Pertemuan II
A.
Faktor Pendorong Kreatif
1.
Motivasi Intrinsik dari Kreativitas
Setiap individu memiliki
kecenderungan atau dorongan mewujudkan potensinya, mewujudkan dirinya, dorongan
berkembang menjadi matang, dorongan mengungkapkan dan mengaktifkan semua
kapasitasnya.
Dorongan ini merupakan motivasi primer untuk kreativitas
ketika individu membentuk hubungan-hubungan baru dengan lingkungannya dalam
upaya manjadi dirinya sepenuhnya. (Rogers dan Vernon
1982)
2. Kondisi eksternal yang mendorong perilaku kreatif
Kretaivitas
memang tidak dapat dipaksakan, tetapi harus dimungkinkan untuk tumbuh, bibit
unggul memerlukan kokdisi yang memupuk dan memungkinkan bibit itu mengembangkan
sendiri potensinya.
B.
Teori- teori Proses Kreatif
1.
Teori Wallas
Wallas
dalam bukunya “The Art of Thought”
menyatakan bahwa proses kreatif meliputi 4 tahap :
1.
Tahap
Persiapan, memperisapkan diri untuk memecahkan masalah dengan mengumpulkan
data/ informasi, mempelajari pola berpikir dari orang lain, bertanya kepada
orang lain.
- Tahap Inkubasi, pada tahap ini pengumpulan informasi dihentikan, individu melepaskan diri untuk sementara masalah tersebut. Ia tidak memikirkan masalah tersebut secara sadar, tetapi “mengeramkannya’ dalam alam pra sadar.
- Tahap Iluminasi, tahap ini merupakan tahap timbulnya “insight” atau “Aha Erlebnis”, saat timbulnya inspirasi atau gagasan baru.
- Tahap Verifikasi, tahap ini merupakan tahap pengujian ide atau kreasi baru tersebut terhapad realitas. Disini diperlukan pemikiran kritis dan konvergen. Proses divergensi (pemikiran kreatif) harus diikuti proses konvergensi (pemikiran kritis).
2. Teori Belahan
Otak Kanan
Perkembangan kreativitas saat
ini sangat erat kiatanya dengan perkembangan kognitif kreativitas sesungguhnya
merupakan perwujudan dari perkerjaan otak. Para pakar kreativitas, misalnya
Clark (1988) dan Gowan (1989) melalui "Teori Belahan Otak"
(Hemisphere Theory). Fungsi otak belahan
kanan adalah berkenaan dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat non-linier, non
verbal, holistik, humanistik, kreatif, mencipta, mendesain, bahkan mistik dan
sejenisnya.
Right
Hemisphere (Belahan Otak Kanan).
1. Self, elaborates and increases variables, inventive.
2. Nonverbal perception and expressive-ness.
3. Spatial.
4. Intuitive.
5. Holistik.
6. Integrative.
7. Nonreferential.
8. Gestalt.
9. Imagery.
10. Better at deepth perception, facial recognition.
11. Mystical, humanistic.
Sumber: Clark, 1983:24.
1. Self, elaborates and increases variables, inventive.
2. Nonverbal perception and expressive-ness.
3. Spatial.
4. Intuitive.
5. Holistik.
6. Integrative.
7. Nonreferential.
8. Gestalt.
9. Imagery.
10. Better at deepth perception, facial recognition.
11. Mystical, humanistic.
Sumber: Clark, 1983:24.
3.
Belajar Kreatif
1.
Pengertian
Tornace dan Myres dikutip oleh
Triffinger (1980) dalam Semiawan dkk (1987:34) berpendapat bahwa belajar
kreatif adalah “menjadi peka atausadar akan masalah, kekuarangan-kekurangan,
kesenjangan dalam pengetahuan, unsur-unsur yang tidak ada, ketidak harmonisan
dan sebagainya. Mengumpulkam informasi yang ada, membataskan kesukaran, atau
menunjukkan (mengidentifikasi) unsur yang tidak ada, mencari jawaban, membuat
hipotesis, mengubah dan mengujinya, menyempurnakan dan akhirmnya
mengkomunikasikan hasil-hasilnya” .
Sedangkan proses belajar kreatif
menurut Torance dan Myres berpendapat bahwa proses belajar kreatif sebagai :
“keterlibatan dengan sesuatu yang berarti, rasa ingin tahu dan mengetahui dalam
kekaguman, ketidak lengkapan, kekacauan, kerumitan, ketidakselarasan,
ketidakteraturan dan sebagainya.
2.
Liputan Proses Belajar Kreatif
Gambar
adalah pembawa pesan aktif dan memiliki kekuatan untuk menjelaskan tulisan. Tidak
banyak buku membaca untuk anak yang dibuat khusus yang sesuai dengan tahapan
anak dalam proses membaca. Pada tahun 2011 Luna Setiati meneliti model
telekomunikasi rupa pada anak belajar membaca dengan gambar seni rupa didalam
proses belajar ini. Komunikasi gambar bercerita ini menunjukan gambar dan
pendampingan dalam melejidkan proses belajar anak, tidak hanya membuat anak
lebih cepat membaca namun juga memahami peran yang ada didalamnya. Gambar bercerita
ini menyampaikan 3 peran penting didalamnya;
1. Pesan
tolong menolong
2. Pesan
pengetahuan tentang 5 pulau besar di indonesia
3. Pesan
pengetahuan tentang 4 unsur penting dalam kehidupan.
Komunikasi
gambar bercerita dengan modul belajar rupa dan kata menggunakan metode belajar
kreatif sudah di ujicobakan selama 5 tahun di club bermain dan TK muali dari
tahun 2004-2009. Dari sisi bahasa dan kata di tingkat kelulusan TK 80% bisa
membaca 3 kata dan 100% bisa membuat komik sederkana 3 hingga 5 kata. Dari sisi
bahasa rupa, hasilnya 100% anak bisa menuturkan cerita dari gambar
bercerita,mampu menggambar dan menceritakannya.
Kesimpulannya:
Gambar bercerita adalah salah satu
media belajar kreatif dan inovatif yang tepat untuk anak. Melalui gambar
bercerita, anak dapat dengan mudah memahami apa yang disampaikan sehingga lebih
menarik perhatian dan minat baca anak tersebut. Melalui media gambar bercerita,
anak-anak cenderung lebih mudah dan cepat menangkap informasi yang diberikan
sehingga ini cocok diterapkan dalam meningkatkan minat dan kemauan belajar pada
anak.Terutama pada anak usia dini dalam proses belajar.
3. Mengapa Belajar Kreatif Itu Penting
Refinger (1980 : 9-13) dalam Conny
Semawan (1990:37-38) memberikan empat alasan mengapa belajar kreatif itu
penting.
- Belajar kreatif membantu anak menjadi berhasil guna jika kita tidak bersama mereka. Belajar kreatif adalah aspek penting dalam upaya kita membantu siswa agar mereka lebihmampu menangani dan mengarahkan belajar bagi mereka sendiri.
- Belajar kreatif menciptakan kemungkinan-kemungkinan untuk memecahkan masalah-masalah yang tidak mampu kita ramalkan yang timbul di masa depan.
- Belajar kreatif dapat menimbulkan akibat yang besar dalam kehiduppan kita. Banyak pengalamankreatif yang lebih dari pada sekedar hobi atau hiburan bagi kita. Kita makin menyadari bahwa belajar kreatif dapat mempengaruhi, bahkan mengubah karir dan kehidupan pribadi kita.
- Belajar kreatif dapat menimbulkan kepuasan dan kesenangan yang besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar